Pendekatan Intertekstual

MAKALAH
PENDEKATAN HUBUNGAN INTERTEKSTUAL
PADA KARYA SASTRA



FKIP









Oleh
Sri Sugiarto
E1C1080555











PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA NON REGULER
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2O10

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, karunia, serta berkah-Nya sehingga penulisan makalah yang berjudul “Pendekatan Hubungan Intertekstual” ini dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.
Salawat serta salam semoga senantiasa selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabat-Nya serta umat-Nya yang senantiasa selalu istiqomah di atas sunnah-sunnah serta ajaran yang beliau bawa sampai hari kiamat kelak.
Dalam penulisan Makalah ini, penulis dihadapkan oleh berbagai macam permasalahan, tetapi dengan adanya bantuan dan bimbingan terutama dari dosen mata kuliah Apresiasi Prosa Fiksi dan semua pihak sehingga makalah ini dapat kami rampungkan penulisannya.
Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat diharapkan. Akhirnya semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan semua pihak yang berkepentingan. 
Penyusun


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Untuk mendapatkan makna sepenuhnya sebuah sajak, selain sajak harus diinsafi ciri khasnya sebagai tanda (sign), tidak boleh pula dilupakan pula hubungan kesejarahannya. Hal ini mengingat bahwa hanya sastra (disini sajak) tidak ditulis dalam situasi kekosongan budaya (Teeuw, 1980:11).
Suatu karya sastra kata-kata tidaklah mengacu pada benda- benda atau konsep atau secara umum tidak mengacu kepada dunia yang bukan kata-kata (non verbal).
Disini kata-kata mengacu kepada suatu jalinan pemunculan yang secra keseluruhan sudah menyatu dengan dunia bahas. Jalinan itu dapat berupa teks-teks yang telah dikenal atau pun bagian-bagian teks yang muncul setelah terlepas dari konteksnya dan yang dapat dikenali dalam konteksnya yang baru sehingga orang tahu bahwa teks tersebut telah ada sebelum ia muncul dalam konteks yang baru.
Karya sastra tidak lahir dalam kekosongan budaya (Teeuw, 1981:11), termasuk sastra. Karya sastra itu merupakan sebuah response (Teeuw, 1983:65) pada karya sastra yang terbit sebelumnya. Oleh karena itu, sebuah teks tidak dapat dilepaskan sama sekali dari teks yang lain. Sebuah karya sastra baru mendapatkan maknanya yang hakiki dalam kontrasnya dengan karya sebelumnya (Teeuw, 1983:66). Teks dalam pengertian umum adalah dunia semesta ini, bukan hanya teks tertulis atau teks lisan. Adat istiadat, kebudayaan, film, drama secara pengertian umum adalah teks. Oleh karena itu, karya sastra tidak dapat lepas dari hal-hal yang menjadi latar penciptaan tersebut, baik secra umum maupun khusus. Untuk dapat menemukan dan menafsirkan response itu adalah merupakan tugas pembaca (Teeuw, 1983:65), termasuk pembaca adalah peneliti sastra. Julia Kristeva (Culler, 1977:193) mengemukakan bahwa setiap teks itu, termasuk teks sastra, merupakan mosaik kutipan-kutipan dan merupakan penyerapan serta transformasi teks-teks lain. Secara khusus, ada teks tertentu yang menjadi latar penciptaan sebuah karya dis ebut hipogram oleh Riffaterre (1978:11,23), sedangkan teks yang menyerap mentransformasikan hipogram itu dapat disebut sebagai teks transformasi.  Untuk mendapatkan makna hakiki tersebut digunkan metode intertekstual, yaitu membandingkan, menjajarkan, dan mengontraskan sebuah teks transformasi dengan hiprogramnya.

1.2  Rumusan Masalah
Dari paparan latar belakang diatasdapat dirumuskan rumusan masalah dari makalah ini antara lain :
·        Bagaimana konsep /teori pendekatan  hubungan intertekstual?
·        Bagaimana prosedur kerja pendekatan  hubungan intertekstual?
·        Penerapan pendekatan  hubungan intertekstual dalam puisi maupun prosa

1.3  Manfaat
·        Makalah ini diharapkan dapat memberikan masukan guna menambah khasanah ilmu pengetahuan
·        Memberikan sambungan pemikiran berupa informasi yang dapat dijadikan sebagai acuan atau perbandingan bagi pemakalah selanjutnya.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1        Konsep/Teori Pendekatan Hubungan Intertekstual
Kajian intertekstual dimaksudkan sebagai kajian terhadap sejumlah teks (lengkapnya: teks kesastraan), yang diduga mempunyai bentuk-bentuk hubungan tertentu. Misalnya, untuk menemukan adanya hubungan unsur-unsur intrinsik seperti ide, gagasan, peristiwa, plot, penokohan, dan gaya bahasa di antara teks-teks yang dikaji. Secara lebih khusus dapat dikatakan bahwa kajian interteks berusaha menemukan aspek-aspek tertentu yang telah ada pada karya-karya sebelumnya dan pada karya yang muncul kemudian.
Intertekstual yaitu membandingkan, menjajarkan, dan mengontraskan sebuah teks transformasi dengan hipogramnya.
Tujuan kajian interteks itu sendiri adalah untuk memberikan makna secara lebih penuh terhadap  karya sastra. Penulisan dan pemunculan sebuah karya sering ada kaitannya dengan unsur kesejarahannya sehingga memberi makna secara lebih lengkap jika dikaitkan dengan unsur kesejarahan (Teeuw dalam Nurgiyantoro, 1995:50).
Masalah ada tidaknya hubungan antarteks ada kaitannya dengan niatan pengarang dan tafsiran pembaca. Dalam kaitan ini, Luxemburg (dalam Nurgiyantoro, 1995:50), mengartikan intertekstualitas sebagai : “kita menulis dan membaca dalam suatu ‘interteks’ suatu tradisi budaya, sosial dan sastra yang tertuang dalam teks-teks. Setiap teks bertumpu pada konvensi sastra dan bahasa dan dipengaruhi oleh teks-teks sebelumnya”.
Kajian intertekstual berangkat dari asumsi bahwa kapan pun karya tak mungkin lahir dari situasi kekosongan budaya. Unsur budaya, termasuk semua konvensi dan tradisi di masyarakat, dalam wujudnya yang khusus berupa teks-teks kesastraan yang ditulis sebelumnya. Dalam hal ini dapat diambil contoh, misalnya sebelum para penyair Pujangga Baru menulis puisi-puisi modernnya, di masyarakat telah ada berbagai bentuk puisi lama, seperti pantun dan syair, mereka juga berkenalan dengan puisi-puisi angkatan 80-an di negeri Belanda yang juga telah mentradisi.
2.2        Prosedur Kerja Pendekatan Hubungan Intertekstual
Adanya karya-karya yang ditranformasikan dalam penulisan karya sesudahnya ini menjadi perhatian utama kajian intertekstual, misalnya lewat pengontrasan antara sebuah karya dengan karya-karya lain yang diduga menjadi hipogramnya. Adanya unsur hipogram dalam suatu karya, hal ini mungkin disadari atau tidak disadari oleh pengarang. Kesadaran pengarang terhadap karya yang menjadi hipogramnya mungkin berwujud dalam sikapnya yang meneruskan, atau sebaliknya, menolak konvensi yang berlaku sebelumnya.
Prinsip intertektualitas yang utama adalah prinsip memahami dan memberikan makna karya yang bersangkutan. Karya itu diprediksikan sebagai reaksi, penyerapan, atau tranformasi dari karya-karya yang lain. Masalah intertekstual lebih dari sekadar pengaruh, ambilan, atau jiplakan, melainkan bagaimana kita memperoleh makna sebuah karya secara penuh dalam kontrasnya dengan karya yang lain yang menjadi hipogramnya, baik berupa teks fiksi maupun puisi. Misalnya, sebagaimana dilakukan oleh Teeuw (1983:66-69) dengan membandingkan antara sajak Berdiri Aku karya Amir Hamzah dengan Senja di Pelabuhan Kecil karya Chairil Anwar. Pradopo  membandingkan beberapa sajak yang lain dengan sajak-sajak Chairil, sajak Chairil dengan sajak Toto Sudarto Bakhtiar dan Ajip Rosyidi. Nurgiyantoro  juga mencoba meneliti hubungan interteks antara puisi-puisi Pujangga Baru dengan Pujangga Lama.
Adanya hubungan intertekstual dapat dikaitkan dengan teori resepsi. Pada dasarnya pembacalah yang menentukan ada atau tidaknya kaitan antara teks yang satu dengan teks yang lain itu. Unsur-unsur hipogram itu berdasarkan persepsi, pemahaman, pengetahuan, dan pengalamannya membaca teks-teks lain sebelumnya. Penunjukan terhadap unsur hipogram pada suatu karya dari karya-karya lain, pada hakikatnya merupakan penerimaan atau reaksi pembaca.
Prinsip intertekstualitas merupakan salah satu sarana pemberian makna kepada sebuah teks sastra (puisi). Hal ini mengingat bahwa sastrawan itu selalu menanggapi teks-teks sebelumnya. Dalam menanggapi teks-teks itu penyair mempunyai pikiran-pikiran, gagasan-gagasan, dan konsep estetik sendiri yang ditentukan oleh horison harapannya, yaitu pikiran-pikiran, konsep estetik dan pengetahuan sastra yang dimilikinya (Pradopo, 2002: 228-229).

2.3        Penerapan Pendekatan Hubungan Intertekstual Dalam Puisi dan Prosa
Berikut ini disajikan contoh hubungan intertekstualitas puisi ”Kusangka” Karya Amir Hamzah dengan puisi”Penerimaan’ ‘ Karya Chairil Anwar.
Amir Hamzah:
KUSANGKA
Kusangka cempaka kembang setangkai
Rupanya melur  telah diseri…..
Hatiku remuk mengenangkan ini
Wasangka dan was-was silih berganti.
Kuharap cempaka baharu kembang
Belum tahu sinar matahari…..
Rupanya teratai patah kelopak
Dihinggapi kumbang berpuluh kali.
Kupohonkan cempaka
Harum mula terserak…..
Melati yang ada
Pandai tergelak…..
Mimpiku seroja terapung di paya
Teratai putih awan angkasa…..
Rupanya mawar mengandung lumpur
Kaca piring bunga renungan…..
Igauanku subuh, impianku malam
Kuntum cempaka putih bersih…..
Kulihat kumbang keliling berlagu
Kelopakmu terbuka menerima cembu.
Kusangkau hauri bertudung lingkup
Bulumata menyangga panas Asmara
Rupanya melati jangan dipetik
Kalau dipetik menguku segera.
(Pradopo, 2002:232-233)

Chairil Anwar:
PENERIMAAN
Kalau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih sendiri
Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi
Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani
Kalau mau kuterima kau kembali
Untukku sendiri tapi
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.
(Pradopo, 2002: 233)

Puisi/sajak Chairil Anwar itu merupakan penyimpangan atau penolakan terhadap konsep estetik Amir Hamzah yang masih meneruskan konsep estetik sastra lama. Demikian halnya dengan pandangan romantik Amir Hamzah ditentang dengan pandangan realistis Chairil Anwar.
Keenam bait sajak “Kusangka” menunjukkan kesejajaran gagasan. Sesuai dengan zamannya, Amir Hamzah mempergunakan ekpresi romantik dengan cara metaforis-alegoris, membandingkan gadis dengan bunga. Pada bait terakhir dimetaforakan sebagai bidadari (hauri) dan merpati.
Berdasarkan keenam bait itu dapat disimpulkan bahwa penyair (si aku) mencintai gadis yang disangka murni, tetapi ternyata sudah tidak suci lagi karena sudah dijamah oleh pemuda-pemuda lain. Hal ini tampak pada bait /rupanya teratai patah kelopak / dihinggapi kumbang berpuluh kali / kulihat kumbang keliling berlagu / kelopakmu terbuka menerima cembu /.
Chairil Anwar dalam menanggapi gadis (wanita) yang sudah tidak murni lagi, sangat berlawanan dengan sikap Amir Hamzah. Ia tidak berpandangan realistis. Si ‘aku’ mau menerima kembali wanitanya (kekasihnya, isterinya) yang barangkali telah menyeleweng, meninggalkan si aku’ atau telah berpacaran dengan laki-laki lain, asal si wanita kembali kepada si aku hanya untuk si ‘aku’ secara mutlak.
Chairil Anwar mengekpresikan gagasannya secara padat. Untuk memberikan tekanan pentingnya inti persoalan, bait pertama diulang dengan bait kelima, tetapi dengan variasi yang menyatakan kemutlakan individualitas si ‘aku’. Dengan cara seperti itu, secara keseluruhan ekspresi menjadi padat dan tidak berlebih-lebihan.
Dalam penggunaan bahasa Chairil Anwar juga masih sedikit romantik. Hal ini mengingatkan gaya sajak yang menjadi hipogramnya. Ia membandingkan wanita dengan bunga (kembang). Wanita yang sudah tidak murni itu diumpamakan oleh Chairil Anwar sebagai bunga yang sarinya sudah terbagi / bak kembang sari sudah terbagi / yang dekat persamaannya dengan Amir Hamzah: / rupanya teratai patah kelopak / dihinggapi kumbang berpuluh kali /.
Dengan demikian dapat diketahui bahwa secara keseluruhan Chairil Anwar mempergunakan bahasa sehari-hari dengan gaya ekspresi yang padat. Hal ini sesuai dengan sikapnya yang realistis (Pradopo, 2002: 232-235).
Sedangkan pada prosa dapat dicontohkan pada hubungan intertekstual pada novel Layla Majnun dan Novel Romeo and Juliet.

Synosis Novel Layla Majnun
KABILLAH bani Amir hidup di lembah HIjaz, Arabia diantara Makkah al-Mukarromah dan Madinah al-Munawwarah.Pimpinan kabillah itu adalah lelaki yang sudah uzur bernama Syed Omri. Walau sudah tua namun kekuasaan Syed Omri begitu disegani laksana kekuasaan seorang raja. Demikian besar pengaruh kewibawaan Syed Omri hingga namanya tersohor bukan hanya di negerinya sendiri tapi sampai ke negeri-negeri lain.Harta kekayaannypun melimpah ruah bak kekayaan nabi Sulaiman. Syed Omri memilki seorang putra bernama Qays yang memiliki wajah tampan dan suaranya merdu bagai bulu peindu.
Suatu hari Syaid Syaid Omri menitipkan putra kesayangannya kepada seorang guru yang bijaksana dan penyabar yang pada saat itu merupakan guru terbaik diseluruh jazirah Arab. Maka tak heran jika para bangsawan menitipkan anak-anaknya di sekolah itu.
Diantara anak-anak dari berbagai Kabillah, terlihat seorang gadis cantik berusia belasan tahun. Wajahnya anggun mempesona, lembut sikapnya, dan penampilannya sangatbersahaja. Gadis yang menjadi buah bibir itu bernama Layla. Qays sendiri sejak pertama kali melihat pancaran cahaya keindahan itu, jiwanya langsung bergetar. Ia seperti merasakan bumi berguncang dengan hebat., hingga merobohkan sendi-sendi keinginannya untuk menuntut ilmu. Keharuman cinta telah menghancurkan ketenangan pikirannya. Gejolak gairah cinta dalam jiwa membuatnya kehilangan akal sehat, hingga lupa belajar dan lupa makan.
Qays tidaklah menggantang asap, bertepuk sebelah tangan. Layla sudah tertarik padaQays sejak pertama kali berjumpa. Gadis itu melihat pesona yang memabukkan pada diri Qays. Baginya Qays seperti gelas minuman, semakin dipandang semakin haus. Cinta sudah mengakar dalam hati keduanya, tetapi mereka tidak ingin orang lain mengetahui hubungan itu. Dari waktu ke waktu cinta tumbuh subur dan berbunga harum didalam taman hati Qays dan Layla. Saatyang lain berpikir dan berusaha keras agar menjadi orang hebat, dua kekasih itu hanya berpikir tentang cinta. Bagi mereka pengetahuan tidak lagi menarik untuk dibanggakan. Keduanya tidak menyadari jika kisah asamara mereka mulai menjadi nahan gunjingan. Angin berhembus membawa kisah asmara pada keluarga sigadis. Kabar iru bagai arang hitam yang membuat bani Qhatibah  tersinggung, harga dirimereka ternoda. Hanya ada satu cara untuk menghilangkan rasa maluyaitu mengurung Layla didalam rumah, tidak boleh ke eolah atau bertemu teman-temannya.
Setelah Qays menyadari bahwaLayla dipingit orang tuanya, muncul rasa penyesalan karena tidak mampu menyimpan rapatrahasiamereka. Qaysmenjadi gelisah, tak sekejappun ia sanggup memejamkan mata. Ia pun berlari mendekati rumah Layla dengan mengendap-ngendap. Bila sudah mendekati rumah Layla, ia mencium dinding rumah Layla derai air mata membasahi pipi. Baginya meskipun tidak bertemu engan Layla maka mencium dinding rumahnya punsudah cukup untuk merasakan kebahagiaan. Seolah-olah dinding adalah tubuh Layla.
Dia terus menyebutnama gadis yang telah memnjarakan hatinya, namun teriakannya hanya menggema di cakrawala. Rupanya ulah Qays yang selalumenyebut nama Layla dianggap telah mencemarkan nama gadis itudan keluarganya. Bagaimana tidak hancur hati orang tuanya jika anak gadis yag menjadipermata seluruh kabillah disebut oleh orang gila dan menjadi tertawan masyarakat. Akhirnya karena tidak tahan dipermalukan, keluarga Layla sepakat untuk pindah ke lembah Nedj. Disana keluarga Layla merasakan ketentraman. Beda dengan Layla tetap tidak merasakan ketentraman, justru semakin tersiksa. Hasrat nyala dalam hati agar dapat berjumpa dengan pujaan hati dambaan kalbu.
Getar perasaan Layla terhubung ke Qays. Bila Layla semakin menderita. Maka Qays lh yang semakin sengsara. Sekarang ia sudah mulai mninggalkan ruma, hidup sendirian di padang pasir yang gersang. Pagi hari saatfajar mulaimerekah benar Qays berjalan dengan tergesa-gesa menuju gurun, berkelana sendirian dan hidup di hutan belantara yang berbahaya. Ia ingin mengadukan nasibnya karena menurutnya hanya batuan lembah yang mengerti isi hatinya. Semua orang banyk membicarakan ulah Qays bahkan ia dianggap lupa ingatan bahkan sudah gilanamun ia tidak mempedulikan perkataan orang itu.
Tiba-tiba pandangan Qays menuju ke salah satu sudut rumah, Layla dilihatnya disana. Air mata bahagia menetes dijanggut Qays. Layla pun melihatnya tapi tak mengnali Qays yang berpenampilan seperti pengemis. Ia terkejut karena sosok yang tampak seperti pengemis itu adalah Qays kekasih hatinya. Tampak sekali perbedaan antara Layla dengan qays disana. Layla yang bagaikn sekuntum mawar segar berbeda dengan Qays yang berpenampilan seperti orang gila.
Dengan melihat timgkah laku Qays yang sangat memprihatinkan maka ayah Qays memutuskan untuk meminang Layla untuk kesembuhan putra kesayangannya itu yang dianggap gila oleh masyarakat setempat. Setelah ayah Qays bertemu dengan ayah Layla mereka pun mengadakan suatu pembicaraan.Tetapi karena ada suatu perkataan ayah Qays yang sangat menyinggung perasaan ayah Layla maka lamaran itupun ditolak.
Setelahupaya meminang Layla hanya membuahkan sait hai maka ayah Qays mmmambujuk anaknya untuk melupkan gadis itu. Tapi Qays malah pergi dari rumah karena baginya tidak ada yang mengerti perasaannya. Ia mangarungi gunung dan hutan. Dalam perjalanannya ia bertemu dengan seorang pemuda bernama Naufal. Pemuda tu adalah seorang pemberni dan seorang pemburuh. Ia jugaseorang kesatria dalam peperangan. Qays pun mulai bersahabat dengan Noufal. Noufal terus membimbing Qays dan setelah itu ada sedikit perubahan pada diri Qays. Qays selalu mencurahkan keluh kesahnya pada Noufal.Noufal sebisa mungkin membantu sahabatnya itu dalam mengatasi masalahny. Tetapi hasilnya selalu nihil.
Suatu hari Lyla dilamar oleh seorang pemuda yang bernama Ibnu salam.Mereka pun melangsungkan pernikahan. Mendengar kabar pernikahan Layla jiwa Qays seperti kapas yang tertiaup angin. Dia merasa kesitiaan dan pengorbanannya dibalas dengan penghianatan. Rasa sedih pun semakin bertabah ketika ia mendengar kabar ketika mendengar kabar bahwa ayahnya meninggal dunia karena memikirkannya, dia menyesal karena menyia-nyiakan banyak waktu tanpa memikirkan keluarganya.
Dengan kejadian itu Qays tak lantas melupakan Layla apalagi ketika suatu hari ia bertemu dengan seorang laki-laki yang bernama Ishaq yang menyampaikan salam Layla kepadanya. Laki-laki itu menjelaskan kalau Layla tak seperti yag ia pikirkan. Perasaan Qays pun bangkit kembali.
Suatu hari suami Layla meninggal karena suatu penyakit. Kini Layla menjadi janda. Suatu ketika ia bertemu dengan Qays kekasih hatinya dahulu. Alangkah bahagianya Qays setelah melihat Layla setelah sekian lamaia tidak bertemu denga pujaan hatinya itu. Senyumnya pada Layla semakin mengerikan karena gejolak hati yang ia rasakan. Ia pun merobek apa yang dipakainya dan berlari sambil berteriak. Alangkah sedihnya Layla ketika ia bertemu dengan sosok Qays yang tampak mengerikan itu.  Sejak peristiwa itu wajah Layla yang lembut selalu menampakkan kebimbangan.Sekarang ia semakin tenggelam oleh beban kehidupan. Tubuhnya yang kurus sudah tidak mampu menopang kesedihan yang demikian berat. Tapi sebelum ajal menjelang, ia masih menyisakan sebuah harapan.Ia sangat mendambakan sepeninggalannya dendam dan amarah Bani Qhatibah tidak sampai mencelakakan Qays. Ia rela mati asal kekasihnya bahagia. Ditengah keputusasaan dan rasa sakit yang mencekam Layla masih ingin melindungi kekasihnya yang gila dan liar. Sebelum Layla menghembuskan nafas terakhirnya ia ber.esan kepada ibunya agar memaafkan kesalahannya dan Qays kekasih hatinya. Mendengar kematian Layla qas pun semakin mronta, menangis, berteriak serta berlari menelusuru hutan, gurun sambil berteriak. Setelah sampai di pemakaman Layla. Ia pun tersungkur jatuh dan mencium pusara Layla beribu-ribu kali. Sampai akhirnya ia pun meninggal.

Synopsis Novel Romeo and Juliet
   Alkisah di kota Verona Beach hiduplah dua keluarga besar yaitu keluarga montague dan Capulets. Kedua kelurga ini adalah musuh berbuyutan sejak puluhan tahun lalu. Perang antara dua keluarga tersebut yang berkecimpung diduniakriminal itu membuat pusing pihak kepolisian Verona Beach pimpinan Kapten Prince karena tidak bisa menikmati kedamaian dan ketenangan seperti seharusnya.
Perang antar keluarga itu ternyata tidak menghalangi salah satu anggota keluarga Montague, yaitu Romeo Montague (Leonardo DaVinci) untuk mengikuti pesta yang diselenggarakan oleh Flugencio Capulet (Paul Sorvino). Rupanya Romeo menyukai kemenakan Flugencio, Rosaline sehingga mau hadir ke pesta keluarga musuhnya. Namun pada saat Romeo berada di pesta itu, ia melihat seorang gadis cantik. Seketika ia langsung jatuh cinta pada gadis cantik yang ternyata bernama Juliet (Claire Danes). Begitupula Juliet yang juga langsung dimabuk cinta dalam pandangan pertama terhadap Romeo.
Sayangnya pada saat itulah, Romeo dan Juliet menemukan mereka tidak akan bisa berjodoh karena keluarga mereka saling bermusuhan. Ternyata Juliet adalah anak anggota klan Capulet. Tetapi cinta memang aneh karena mampu membuat mereka menjadi nekad. Mereka langsung memutuskan kawin lari. Tetapi Tybalt (John Leguizamo) melihat Romeo di pesta dan berusaha membalas dendam keluarganya. Ketika Tybalt hendak membunuh Romeo, namun pisaunya mengenai teman karib Romeo, Mercutio (Harold Perrineau) sehingga tewas. Romeo lalu bertekad membalas dendam pada Tybalt dan keluarga Capulet.mati.
Romeo pun membunuh Tybalt dan ia ditangkap lalu diasingkan dari Verona ke kota Mantua. Sejak pristiwa pengasingan Romeo, Juliet sangat terpukul karenaharus berpisahdengan kekasihnya Romeo. Akhirnya ia memutuskan untuk pura-pura mati agar bisa terbebas dari keluarganya. Kabar Juliet telah tiada kini berhembus sampai ke telinga Romeo. Ia pun berontak dan mencari tempatpemakaman Juliet. Sesampainya dipemakaman Juliet, ia melihat Juliet tampak cantikdengan gaun putihnya didalam peti.Tak tertahan lagi rasa sedihnya, ia pun memeluk pusaranya Juliet dan ia memilih minum racun didepan mayatnya Juliet.
Juliet terbangun da melihat Romeo sudah tidak bisa diselamatkan gara-gara dirinya. Ia pun ikut meminum racun untukikut bersama Romeo.
Jiwa seorang pencinta yang demikian rumit, berliku an susah dipahami merupakan kunci pembeda antara kisah Layla Majnun dengan Romeo and Juliet. Dalam cerita Romeo and Juliet tidak digambarkan problem kejiwaan pecinta secara mendalam. Karya Shakespeare itu hanya melihat cinta dari sisi dhahir, seperti keampanan Romeodan kecantikan Juliet. Digambarkan penggambaran fisik jelas menggambarkan peradaban barat yang kering. Berbeda dengan penggambaran tokoh Majnun(Qays) yang sedemikian besar didominasi oleh perasaan jiwa dan diungkapkan dalam syair. Kisah Romeo dan Juliet terilhami dari kisah Layla Majnun. Hal yang jelas dan tidak bias dibantah adalah kisah Layla Majnun yang ditulis Nizami jauh lebih dahulu daripada cerita Romeo dan Juliet. Nizami menulis Layla Majnun tahun 1188, sedang Shakespeare menuis Romeo and Juliet tahun 1595. Maka dugaan Romeodan Juliet diilhami dari kisah Layla Majnun walau masih perlu dikaji lebih jauh.
   Secara umum ada beberapa hal yang bisa dilihat sebagai persamaan dari kedua roman itu.Dalam hal tema, jelas tampak persamaan yaitu, kedua tokoh utama cerita yang berupa sepasang kekasih itu terikat dalam tradisi keluarga.Gairah cinta antara kedua kekasih juga demikian besar  dan tak terbendung. Dalam kisah Layla Majnun cinta dijabarkan sebagai rasa sakit yang menyebabkan penderitaan sebanding dengan kebahagiaan. Sementara dalam Romeo and Juliet cinta merupakan sumber harapan.
   MenurutHekmatada gaya bahasa yang kuat antara dua kisah ini. Hal ini bisa dilihat dari keluhan Majnun dan Romeo ketika berpisah dengan layla serta Juliet.
Dalam hal alur menurut Hekmat juga terjadi kesamaan antara lain :
·        Baik Qays maupun Romeo sama-sama melakukan perjalanan menuju pengasingan. Namun perjalanan Majnun berbeda fungsinya dengan perjalanan Romeo. Kepergian Majnun dari kota menuju gurun pasir dan menyendiri menggambarkan sebuah perjalanan untuk menemukan kesejatian cinta. Pengasingan Romeo dari Verona ke kota Mantua tampak sederhana dan demi kepentingan alur yaituuntuk memastikan bahwa Romeo tidak akan menerima pesan Juliet yang menjelaskan iahanya mati pura-pura.
·        Keduanya mengisahkan kematian pencinta pada akhir kisah tanpa mencapai pertemuan bahagia di bumi. Namun Layla Majnun mati karena dan dalam perpisahan. Sementara Romeo dan Juliet terbawa takdir dalam pembunuhan beruntun.
·        Sama-sama mempunyai teman yang mendukung mereka untuk dapat hidup bersama, Naufal (Laila-Majnun) dan Friar Laurence (Romeo_Juliet)

Dalam kedua roman ini juga ditemui beberapa perbedaan, antara lain dalam hal tindak kekerasan dan pengagungan penampila fisik.
·        Nizami menggambarkan secara detail kisah cinta, dari awal pertemuan hingga kerumitan-kerumitan yag menghadang. Dan menggambarkan bagaimana kondisi pencinta apabila tanpa keberadaan orang yang dicintai. Mereka akan kehilangan semua ketenangan pikiran dan terluka. Sementara Shakespeare menceritakan perselisihan kuno dari dua klan, yang harus dibayar dengan darah Romeo dan Juliet. Kisah dua remaja itu didongengka dengan romantic dan dramatis.
·        Romeo dan Juliet sangat kental dengan kekerasa. Awal cerita kita sudah disuguhi dengan pembunuhan, Tybalt memunuh Marcutio dan Romeo membalasdendam dengan membunuh Tybalt. Sedangcerita Layla Majnun diawali dengan sebuah dunia yang tenang dan damai.

2.4        Kelemahan Teori Intertekstual
Kelemahan teori intertekstual adalah sifatnya yang mem-fait accompli pengarang. Setiap pengarang yang melahirkan karya yang topiknya (dianggap) sudah pernah ditulis oleh pengarang sebelumnya (karya transformatif) dianggap telah membaca karya pendahulunya (karya hepigram). Padahal dugaan itu belum tentu benar. Pengarang yang membuat karya sastra yang dianggap karya transformastif belum tentu telah membaca karya hipogramnya. Dengan dugaan seperti itu, analisis yang dilakukan adalah mencari sejauh mana karya transformatif itu dipengaruhi oleh karya hepigramnya. Atau, sejauh mana penyimpangan yang dilakukan oleh pengarang karya transformartif dari karya hepigramnya. Hal yang bersifat spekulatif itu harus menjadi pegangan dasar dari para peneliti yang menggunakan teori intertekstual. Sifat fait accompli seperti itu tentulah tidak adil. Kecuali apabila pengarangnya mengakui bahwa karyanya merupakan transformasi dari karya sebelumnya yang sejenis.



BAB III
PENUTUP

Simpulan
Dari uraian singkat di atas, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:
·        Pendekatan intertekstualitas adalah “teknik” penelitian sastra yang dilakukan dengan cara membandingkan, mensejajarkan, dan mengkontraskan antar karya.
·        Hubungan intertekstualitas dalam perkembangan dan dinamika sastra Indonesia merupakan sesuatu hal yang tidak terhindarkan; bahkan sebagimana dikemukakan Riffaterre, sebuah sajak (karya sastra) baru bermakna penuh ketika dalam hubungannya dengan sajak yang lain.
·        Hubungan intertekstualitas antar karya dimaksudkan untuk menemukan nilai hakiki karya sastra denga jalan (a) membandingkan, (b) menjajarkan, dan (c) antara sebuah teks transformasi dengan hipogramnya.
·         Melalui pendekatan hubungan intertekstuaitas ini akan dapat diketahui kualitas sastra di satu sisi.








DAFTAR PUSTAKA

Ganjavi, Nizami. 2007. Laiyla Majnun. Surakarta : Babul Hikmah.

Pradopo, Rachmat Djoko. 1987. Pengkajian Puisi. Yogyakarta :      Gadjah Mada Universiyt Press.






Perubahan Fonem




  1. Asimilasi
Yang dimaksud dengan asimilasi yaitu pristiwa perubahan bunyi menjadi bunyi yang lain sebagai akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya, sehingga bunyi menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinnya.
Contoh asimilasi:
Sabtu dalam bahasa Indonesia lazim disebutkan [saptu], dimana terlihat [b] berubah menjadi [p] karena pengaruh [t].

  1. Disimilasi
Yang dimaksuk disimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi yang menyababkan dua buah fonem yang sama menjadi berbeda atau berlainan.
Contoh disimilasi:
Citta yang berubah menjadi kata cipta dan cinta, kita lihat bunyi [tt] pada kata citta berubah menjadi bunyi [pt] pada kata cipta dan berubah menjadi bunyi [nt] pada kata cinta

  1. Netralisasi
Yang dimaksud dengan netralisasi yaitu pristiwa perubahan bunyi yang menyebabkan batalnya fungsi fonemik sebagai pembeda makna.
Contoh netralisasi :
Bunyi [lembab] dan [lembap], pada hakekatnya bunyi ini memiliki makna yang sama. Kita lihat /b/ dan /p/ di sini kehilangan fungsinya sebagai pembeda makna.

  1. Akrifonem
Yang dimaksud dengan akrifonem yaitu satuan terkecil dalam kosakata yeng menetralisasikan oposisi antara ciri-ciri makna beberapa leksem.



Contoh akrifonem :
Kata  Jawab yang diucapkan /jawap/ atau diucapkan /jawab/, tetapi bila diberi akhiran –an bentuknya menjadi jawaban. Jadi, di sini ada /B/ yang realisasinya bisa menjadi /p/ atau /b/.

  1. Metatesis
Yang dimaksud dengan metatesis yaitu mengubah urutan fonem yang berada dalam satu kata dalam bentuk lain dari fonem yang sama.
Contoh  metatesis :
Pada  kata batu, fonem /b/, /a/, /t/, dan /u/ dapat berubah menjadi bentuk kata lain, seperti : buta, tuba, dan tabu.

  1. Epentesis
Yang dimaksud dengan epentesis yaitu penambahan huruf dalam satu kata terutama kata pinjaman tanpa mengubah arti untuk menyesuaikan pola fonologis bahasa peminjam.
Contoh epentesis :
Kata kampak, kita lihat bunyi [m] disisipkan ditengah kata kapak. Contoh lainnya pada jumblah, bunyi [b] disisipkan di tengah kata jumlah.

pencemaran air laut_tugas IKD.


BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
Akhir-akhir ini persaingan industri antar bangsa sangat maju dengan pesat. Pembangunan industri-insdustri kecil maupun besar banyak sekali bermunculan. Salah satu faktor pendukung sebuah  negara dapat maju harus memilki pembangunan industri, dengan adanya dapat membuka lapangan pekerjaan sehingga dapat mensejahterakan dan mengangkat derajat hidup masyarakat.
Namun dibalik semua ini ada dampak negatif dari pembangunan industri, antara lain, semakin cepat terkurasnya SDA, menimbulkan kesenjangan antar wilayah, dapat memberikan pencemaran bagi lingkungan baik tanah, udara, maupun air dan masih banyak lagi dampak negatif yang di timbulkan oleh pembangunan industri ini. Namun di makalah ini cuma akan dijelaskan mengenai pencemaran air laut.
Dikatakan industri mengahasilkan dampak pencemaran air laut lebih banyak khususnya air laut, karena banyak sekali industri yang menghasilkan limbah berupa logam berat dan tingkat toksisnya sangat tinggi. Seperti logam-logam berat  arsen (As), kadmium (Cd), berilium (Be), Boron (B), tembaga (Cu), fluor (F), timbal (Pb), air raksa (Hg), selenium (Se), seng (Zn), da juga yang berupa oksida-oksida karbon (CO dan CO2), oksidaoksida nitrogen (NO dan NO2), oksida-oksida belerang (SO2 dan SO3), H2S, asam sianida (HCN), senyawa/ion klorida, partikulat padat seperti asbes, tanah/lumpur, senyawa hidrokarbon seperti metana, dan heksana. Bahan-bahan pencemar ini terdapat dalam air, ada yang berupa larutan ada pula yang berupa partikulat-partikulat, yang masuk melalui bahan makanan yang terbawa ke dalam pencernaan atau melalui kulit.
Selain limbah industri ternyata limbah keluarga juga membawa dampak negatif bagi kehidupan di air laut, seperti buang tinja, diterjen, pembuangan sampah berupa kaleng plastik juga dapat membuat pencemaran air luat.


1.2              Rumusan Masalah
Bertitik tolak dari latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan suatu permasalahan, yaitu : Bagaimana cara penanggulangan pencemaran air laut yang berasal dari baik limbah industri maupun limbah rumah tangga?

1.3              Tujuan atau Manfaat
Dalam sebuah tulisan pasti memiliki sebuah tujuan atau manfaat bagi pembaca maupun bagi penulis sendiri, begitu pula halnya dengan makalah ini memilki tujuan atau manfaat, selain untuk memenuhi tugas mata kuliah ilmu kealaman dasar juga memiliki tujuan atau manfaat lain, antara lain:
1.      memberikan gambaran dampak pencemaran air laut.
2.      memberikan gambaran unsur-unsur berbahaya yang dapat mencemarkan air laut.
3.      memberikan gambaran bagaimana cara-cara menanggulangi pencemaran air laut.
Dari beberapa tujuan ini akan ditemukan pada pembahasan dalam bab selanjutnya

BAB II
PEMBAHASAN

2.1              Pencemaran Air Laut

Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya mahkluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.
            Pencemaran air disebabkan oleh banyak faktor, namun secara umum sumber-sumber pencemaran air dapat dikelompokan ke dalam dua kategori yaitu sumber langsung dan sumber tidak langsung. Sumber-sumber langsung adalah buangan (effluent) yang berasal dari sumber pencemarnya yaitu limbah hasil pabrik atau suatu kegiatan dan limbah domestik berupa buangan tinja dan buangan air bekas cucian, serta sampah.  Sedangkan sumber-sumber tak langsung adalah kontaminan yang masuk melalui air tanah akibat adanya pencemaran pada air permukaan baik dari limbah industri maupun dari limbah domestik.
Pencemaran air laut diatur secara hukum karena air laut merupakan milik umum yang penguasaannya dimandatkan kepada Pemerintah. Pencemaran air laut perlu dikendalikan karena akibat pencemaran air dapat mengurangi pemanfaatan air sebagai modal dasar dan faktor utama pembangunan, di samping itu air laut merupakan lahan nafkah para nelayan.

2.2              Bahan-Bahan Pencemar Air Laut
a.       Sampah yang dalam proses penguraiannya memerlukan oksigen yaitu sampah yang mengandung senyawa organik, misalnya sampah industri makanan, sampah industri gula tebu, sampah rumah tangga (sisa-sisa makanan), kotoran manusia dan kotoran hewan, tumbuh-tumbuhan dan hewan yang mati. Untuk proses penguraian sampah-sampah tersebut memerlukan banyak oksigen, sehingga apabila sampah-sampah tersbut terdapat dalam air, maka perairan (sumber air) tersebut akan kekurangan oksigen, ikan-ikan dan organisme dalam air akan mati kekurangan oksigen. Selain itu proses penguraian sampah yang mengandung protein (hewani/nabati) akan menghasilkan gas H2S yang berbau busuk, sehingga air tidak di gunakanC, H, S, N, + O2 —–> CO2 + H2O + H2S + NO +  NO2.
b.      Bahan pencemar penyebab terjadinya penyakit, yaitu bahan pencemar yang mengandung virus dan bakteri misal bakteri coli yang dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan (disentri, kolera, diare, types) atau penyakit kulit. Bahan pencemar ini berasal dari limbah rumah tangga, limbah rumah sakit atau dari kotoran hewan/manusia.
c.       Bahan pencemar senyawa anorganik/mineral misalnya logam-logam berat seperti merkuri (Hg), kadmium (Cd), Timah hitam (pb), tembaga (Cu), garam-garam anorganik. Bahan pencemar berupa logam-logam berat yang masuk ke dalam tubuh biasanya melalui makanan dan dapat tertimbun dalam organ-organ tubuh seperti ginjal, hati, limpa saluran pencernaan lainnya sehingga mengganggu fungsi organ tubuh tersebut.
d.      Bahan pencemar organik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yaitu senyawa organik berasal dari pestisida, herbisida, polimer seperti plastik, deterjen, serat sintetis, limbah industri dan limbah minyak. Bahan pencemar ini tidak dapat dimusnahkan oleh mikroorganisme, sehingga akan menggunung dimana-mana dan dapat mengganggu kehidupan dan kesejahteraan mahluk hidup.
e.       Bahan pencemar berupa makanan tumbuh-tumbuhan seperti senyawa nitrat, senyawa fosfat dapat menyebabkan tumbuhnya alga (ganggang) dengan pesat sehingga menutupi permukaan air. Selain itu akan mengganggu ekosistem air, mematikan ikan dan organisme dalam air, karena kadar oksigen dan sinar matahari berkurang. Hal ini disebabkan oksigen dan sinar matahari yang diperlukan organisme dalam air (kehidupan akuatik) terhalangi dan tidak dapat masuk ke dalam air.
f.        Bahan pencemar berupa zat radioaktif, dapat menyebabkan penyakit kanker, merusak sel dan jaringan tubuh lainnya. Bahan pencemar ini berasal dari limbah PLTN dan dari percobaan-percobaan nuklir lainnya.
g.       Bahan pencemar berupa kondisi (misalnya panas), berasal dari limbah pembangkit tenaga listrik atau limbah industri yang menggunakan air sebagai pendingin. Bahan pencemar panas ini menyebabkan suhu air meningkat tidak sesuai untuk kehidupan akuatik (organisme, ikan dan tanaman dalam air). Tanaman, ikan dan organisme yang mati ini akan terurai menjadi senyawa-senyawa organik. Untuk proses penguraian senyawa organik ini memerlukan oksigen, sehingga terjadi penurunan kadar oksigen dalam air.

2.3              Pengaruh Pencemaran Air Laut Terhadap kehidupan
Apabila sumber air tempat kehidupan akuatik (air laut) tercemar, maka siklus makanan dalam air terganggu dan ekosistem air/kehidupan akuatik akan terganggu pula. Misalnya organisme yang kecil/lemah seperti plankton banyak yang mati karena banyak keracunan bahan tercemar, ikan-ikan kecil pemakan plankton banyak yang mati karena kekurangan makanan, demikian pula ikan-ikan yang lebih besar pemakan ikan-ikan kecil bila kekurangan makanan akan mati.
Telah dijelaskan di atas bahwa bayak sekali unsur-unsur kimia yang dapat merubah air laut tidak berfungsi lagi seperti : logam-logam berat seperti arsen (As), kadmium (Cd), berilium (Be), Boron (B), tembaga (Cu), fluor (F), timbal (Pb), air raksa (Hg), selenium (Se), seng (Zn), da juga yang berupa oksida-oksida karbon (CO dan CO2), oksidaoksida nitrogen (NO dan NO2), oksida-oksida belerang (SO2 dan SO3), H2S, asam sianida (HCN), senyawa/ion klorida, partikulat padat seperti asbes, tanah/lumpur, senyawa hidrokarbon seperti metana, dan heksana. Bahan-bahan pencemar ini terdapat dalam air, ada yang berupa larutan ada pula yang berupa partikulat-partikulat, yang masuk melalui bahan makanan yang terbawa ke dalam pencernaan atau melalui kulit.
Bahan pencemar unsur-unsur di atas terdapat dalam air laut ataupun dalam air limbah. Walaupun unsur-unsur di atas dalam jumlah kecil esensial/diperlukan dalam makanan hewan maupun tumbuh-tumbuhan, akan tetapi apabila jumlahnya banyak akan bersifat racun, contoh tembaga (Cu), seng (Zn) dan selenium (Se) dan molibdium esensial untuk tanaman tetapi bersifat racun untuk hewan.
a.       Pengaruh Hg (merkuri) dalam kehidupan
Air Raksa atau Mercury (Hg) adalah salah satu logam berat dalam bentuk cair. Terjadinya pencemaran mercury di perairan laut lebih banyak disebabkan oleh faktor manusia dibanding faktor alam. Meskipun pencemaran mercury dapat terjadi secara alami tetapi kadarnya sangat kecil. Pencemaran mercury secara besar-besaran disebabkan karena limbah yang dibuang oleh manusia.
Manusia telah menggunakan mercury oksida (HgO) dan mercury sulfida (HgS) sebagai zat pewarna dan bahan kosmetik sejak jaman dulu. Dewasa ini mercury telah digunakan secara meluas dalam produk elektronik, industri pembuatan cat, pembuatan gigi palsu, peleburan emas, sebagai katalisator, dan lain-lain. Penggunaan mercury sebagai elektroda dalam pembuatan soda api dalam industri makanan seperti minyak goreng, produk susu, kertas tima, pembungkus makanan juga kadang mencemari makanan tersebut.
Methyl mercury ini masuk ke dalam tubuh organisme laut baik secara langsung dari air maupun mengikuti rantai makanan. Kemudian mencapai konsentrasi yang tinggi pada daging kerang-kerangan, crustacea dan ikan yang merupakan konsumsi sehari-hari bagi masyarakat Minamata. Konsentrasi atau kandungan mercury dalam rambut beberapa pasien di rumah sakit Minamata mencapai lebih 500 ppm. Masyarakat Minamata yang mengonsumsi makanan laut yang tercemar tersebut dalam jumlah banyak telah terserang penyakit syaraf, lumpuh, kehilangan indera perasa dan bahkan banyak yang meninggal dunia.

b.      Pengaruh Cd (kadium)
Kadmium (Cd) menjadi populer sebagai logam berat yang berbahaya setelah timbulnya pencemaran sungai di wilayah Kumamoto Jepang yang menyebabkan keracunan pada manusia. Pencemaran kadmium pada air minum di Jepang menyebabkan penyakit “itai-itai”. Gejalanya ditandai dengan ketidak-normalan tulang dan beberapa organ tubuh menjadi mati. Keracunan kronis yang disebabkan oleh Cd adalah kerusakan sistem fisiologis tubuh seperti pada pernapasan, sirkulasi darah, penciuman, serta merusak kelenjar reproduksi, ginjal, jantung dan kerapuhan tulang.
Kadmium telah digunakan secara meluas pada berbagai industri antara lain pelapisan logam, peleburan logam, pewarnaan, baterai, minyak pelumas, bahan bakar. Bahan bakar dan minyak pelumas mengandung Cd sampai 0,5 ppm, batubara mengandung Cd sampai 2 ppm, pupuk superpospat juga mengandung Cd bahkan ada yang sampai 170 ppm. Limbah cair dari industri dan pembuangan minyak pelumas bekas yang mengandung Cd masuk ke dalam perairan laut serta sisa-sisa pembakaran bahan bakar yang terlepas ke atmosfir dan selanjutnya jatuh masuk ke laut. Konsentrasi Cd pada air laut yang tidak tercemar adalah kurang dari 1 mg/l atau kurang dari 1 mg/kg sedimen laut.
c.       Pengaruh Tb (Timbal)
Timbal (Pb) juga salah satu logam berat yang mempunyai daya toksitas yang tinggi terhadap manusia karena dapat merusak perkembangan otak pada anak-anak, menyebabkan penyumbatan sel-sel darah merah, anemia dan mempengaruhi anggota tubuh lainnya. Pb dapat diakumulasi langsung dari air dan dari sedimen oleh organisme laut. Dewasa ini pelepasan Pb ke atmosfir meningkat tajam akibat pembakaran minyak dan gas bumi yang turut menyumbang pembuangan Pb ke atmosfir. Selanjutnya Pb tersebut jatuh ke laut mengikuti air hujan. Dengan kejadian tersebut maka banyak negara di dunia mengurangi tetraeil Pb pada minyak bumi dan gas alam untuk mengurangi pencemaran Pb di atmosfir.

Air merupakan kebutuhan primer bagi kehidupan di muka bumi terutama bagi manusia seperti saran jalan ranportasi laut, alat pembangkit listrik, tempat budidiya biota laut. Oleh karena itu apabila air laut yang akan digunakan mengandung bahan pencemar akan mengganggu kesehatan manusia, menyebabkan keracunan bahkan sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian apabila bahan pencemar itu tersebut menumpuk dalam jaringan tubuh manusia. Bahan pencemar yang menumpuk dalam jaringan organ tubuh dapat meracuni organ tubuh tersebut, sehingga organ tubuh tidak dapat berfungsi lagi dan dapat menyebabkan kesehatan terganggu bahkan dapat sampai meninggal.
Selain bahan pencemar air laut seperti tersebut di atas ada juga bahan pencemar berupa bibit penyakit (bakteri/virus) misalnya bakteri coli, disentri, kolera, typhus, para typhus, lever, diare dan bermacam-macam penyakit kulit. Bahan pencemar ini terbawa air permukaan seperti air sungai dari buangan air rumah tangga, air buangan rumah sakit,  membawa kotoran manusia atau kotoran hewan, yang bermuara di air laut.

2.4              Langkah-Langkah Untuk Menanggulangi Pencemaran Air Laut
Seperti telah dijelas sebelumnya, pencemaran air laut peroses kejadiaanya dikelompokkan kedalam dua kelompok, pencemara yang terjadi secara lansung maupun secara tidak lansung, bahan yang sama. Pencemaran ini dapat kita tanggulangi dengan cara:
1.      Tidak membuang limbah industri ke air laut
2.      Tidak mebuang limbah keluarga ke air laut
3.      Mengembangkan kesadaran masyarakat dalam membina lingkungan yang baik dan sehat.
4.      Rehabilitasi/penanaman hutan bakau dan pengamanan terumbu karang yang rusak terutama di daerah wisata laut.
5.      Penanggulangan dan pencegahan terhadap kemungkinan masuknya pembuangan limbah dari luar negeri.
6.      Pembangunan industri ke arah kegiataan industri yang berwawasan lingkungan.
a.       Memilih teknologi yang hemat bahan baku dan energi yang tidak/sedikit menghasilkan limbah dan tidak merusak lingkungan.
b.      Memilih lokasi yang sesuai dengan tata ruang dan daya dukung lingkungan.
c.       Memenuhi persyaratan pembuangan limbah.
d.      Melaksanakan upaya seminim mungkin limbah yang dihasilkan dan hasil kegiatan tersebut.

BAB III
PENUTUP

3.1              Kesimpulan
            Pencemaran air adalah masuknya atau dimasukannya makhluk hidup, zat, energi dan/atau komponen lain ke lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan berkelanjutan. Pencemaran air disebabkan oleh banyak faktor, namun secara umum sumber-sumber pencemaran air dapat dikelompokan ke dalam dua kategori yaitu sumber langsung dan sumber tidak langsung.
Telah dijelaskan di atas bahwa bayak sekali unsur-unsur kimia yang dapat merubah air laut tidak berfungsi lagi seperti : logam-logam berat seperti arsen (As), kadmium (Cd), berilium (Be), Boron (B), tembaga (Cu), fluor (F), timbal (Pb), air raksa (Hg), selenium (Se), seng (Zn), da juga yang berupa oksida-oksida karbon (CO dan CO2), oksidaoksida nitrogen (NO dan NO2), oksida-oksida belerang (SO2 dan SO3), H2S, asam sianida (HCN), senyawa/ion klorida, partikulat padat seperti asbes, tanah/lumpur, senyawa hidrokarbon seperti metana, dan heksana. Bahan-bahan pencemar ini terdapat dalam air, ada yang berupa larutan ada pula yang berupa partikulat-partikulat, yang masuk melalui bahan makanan yang terbawa ke dalam pencernaan atau melalui kulit.
Dan berbagai cara unuk menaggulangi pencemaran air laut, antara lain;
1.      Tidak membuang limbah industri ke air laut
2.      Tidak mebuang limbah keluarga
3.      Mengembangkan kesadaran masyarakat dalam membina lingkungan yang baik dan sehat.
4.      Rehabilitasi/penanaman hutan bakau dan pengamanan terumbu karang yang rusak terutama di daerah wisata laut.
5.      Penanggulangan dan pencegahan terhadap kemungkinan masuknya pembuangan limbah dari luar negeri.
6.      Pembangunan industri ke arah kegiataan industri yang berwawasan lingkungan.
3.2              Saran
Dalam makalah ini, kami mengajak seluruh lapisan masyarakt ikut serta menjaga dan meleestarikan kehidupan di air laut, karena air laut sangat memiliki peranan penting bagi kehidupan mahluk hidup terutama manusia itu sendiri. Sekarang banyak sekali jenis penyakit yang timbul akibat pencemaran air khususnya air laut. Seperti penyakit kulit, terserang penyakit syaraf, lumpuh, kehilangan indera perasa dan bahkan banyak yang meninggal dunia. Oleh karena itu kita marilah kita sadar dari sekarang akibat bahan-bahan berbahaya yang mencemari air laut.

DAFTAR PUSTAKA

http://Bioremoval, Metode Alternatif Untuk Menanggulangi Pencemaran Logam Berat _ Chem-Is-Try.Org _ Situs Kimia Indonesia _.html,oleh Johan Angga Putra, diakses pada tanggal 2 November 2009.
http://dampak-pencemaran-pantai-dan-laut.html. oleh Fajar. diakses pada tanggal 2 November 2009.
http://Pengaruh Pencemaran Air terhadap Hewan, Tumbuh-tumbuhan, dan Tubuh Manusia _ Chem-Is-Try.Org _ Situs Kimia Indonesia _.htm. oleh Achmad lutfi, diakases pada tanggal 2 November 2009.
http:///zat-pencemar-air.html. oleh Dedy Rachman, diakses pada tanggal 2 November 2009.
http://pendahuluan-strategi-pengelolaan.html. oleh Antonjo, diakses pada tanggal 31 Oktober 2009.
http://cakrad_cetak.php.htm. oleh Suprijanto, diakses pada tanggal 31 Oktober 2009.
http://.google.com/logam berat sebagai penyumbang pencemaran air laut « Masdony’s Blog.html. oleh Doni Purnomo, diakses pada tanggal 31 Oktober 2009.